<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BLUE OCEAN BLOG</title>
	<atom:link href="http://muthohir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muthohir.wordpress.com</link>
	<description>Memikat, manfaat, dan sukses</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2009 05:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muthohir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fcfe999c200de725d3a7488ad1a0337c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>BLUE OCEAN BLOG</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muthohir.wordpress.com/osd.xml" title="BLUE OCEAN BLOG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muthohir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SERBA SERBI KHOTIB DAN MUBALIGH</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/10/01/serba-serbi-khotib-dan-mubaligh/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/10/01/serba-serbi-khotib-dan-mubaligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERDIK: Cerita Mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Khotib]]></category>
		<category><![CDATA[muballigh]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Saiful Mujab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini dari Yahya Cholil Syaquf. Dia membuka topik baru di fesbuk TERONG GOSONG dengan judul: &#8220;Serba-serbi Khothib dan Muballigh&#8221;. Dia buka dengan satu kisah tentang Almarhum Pak Haji Saiful Mujab, Yogya, sebagai berikut. Almarhum Haji Saiful Mudjab, Yogya, muballigh andalan warga NU pada masanya. Seusai pengajian, suatu kali, shohibul hajat tidak hanya menyelipkan amplop ke tangannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=82&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini dari Yahya Cholil Syaquf. Dia membuka topik baru di fesbuk TERONG GOSONG dengan judul: &#8220;Serba-serbi Khothib dan Muballigh&#8221;. Dia buka dengan satu kisah tentang Almarhum Pak Haji Saiful Mujab, Yogya, sebagai berikut.</p>
<p>Almarhum Haji Saiful Mudjab, Yogya, muballigh andalan warga NU pada masanya. Seusai pengajian, suatu kali, shohibul hajat tidak hanya menyelipkan amplop ke tangannya, tapi masih ditambah dua kardus berkat: yang satu besar, satunya lagi kecil.</p>
<p>Sesampainya di rumah, Pak Saiful Mujab memberikan kardus berkat yang kecil kepada sopirnya. &#8220;Nih! Jatahmu!&#8221; katanya. Toh si sopir baru beranak satu. Tak banyak mulut yang menunggunya di rumah.</p>
<p> &#8221;Terimakasih, Yai!&#8221; jawab sopir, lalu buru-buru pulang setelah memasukkan mobil ke garasi, karena sudah larut malam. Pak Saiful Mujab sendiri, seperti biasanya kalau pulang bawa berkat, segera membangunkan anak-isterinya sendiri, &#8220;Berkat! Berkat!&#8221; ia sengaja mengeraskan suara.</p>
<p>Sembari masih mengucek-ucek mata, anak isteri pun merubung kardus besar yang diletakkan diatas meja makan. Dari ukurannya saja kelihatannya menggiurkan. Nyai Saiful membagikan piring-piring, lalu membuka tali rafia yang mengikat berkat itu. &#8220;Haahh?!!!&#8221; mereka terhenyak hampir serempak. Kardus itu hanya berisi nasi putih tanpa lauk sama sekali!</p>
<p>Dalam perjalanan mengantarkan Pak Saiful Mujab pada pengajian kali berikutnya, Sopir membuka bicara, &#8220;Shohibul hajat yang kemarin itu royal sekali ya, Pak Kyai!&#8221; katanya, &#8220;jatah saya saja satu ingkung bakar seekor utuh! &#8230; Kalau lihat ukuran kardusnya, jatah Pak Kyai pasti paling tidak tiga!&#8221;</p>
<p>Pak Saiful Mujab diam seribu bahasa&#8230;</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ftopic.php%3Ftopic%3D11467%26uid%3D80410242347&amp;h=18e37608c3fa769cada4858e17aa66c3" target="_blank">http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ftopic.php%3Ftopic%3D11467%26uid%3D80410242347&amp;h=18e37608c3fa769cada4858e17aa66c3</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=82&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/10/01/serba-serbi-khotib-dan-mubaligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAMIYATUL QURRA WAL HUFFAZ: APA KABAR? Refleksi Peran Strategik Jamiyah Menuju Organisasi Berkualitas</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/30/jamiyatul-qurra-wal-huffaz-apa-kabar-refleksi-peran-strategik-jamiyah-menuju-organisasi-berkualitas/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/30/jamiyatul-qurra-wal-huffaz-apa-kabar-refleksi-peran-strategik-jamiyah-menuju-organisasi-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 03:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[Jamqur]]></category>
		<category><![CDATA[MTQ]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[TPQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menghadiri undangan dalam Daurah Shayfiyyah yang diselenggarakan Universitas Ummul Qura di Aziziyah Makkah, saya berkesempatan shalat maghrib di sebuah masjid. Namanya Jami’ Asyur Bukhari yang kira-kira terletak 3 km baratdaya Masjidil Haram. Saat shalat, saya sangat terenyuh dengan bacaan sang imam. Suaranya begitu bening, lagunya indah, tajwid dan fasahahnya juga sempurna.  Karena penasaran, saya berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=68&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika menghadiri undangan dalam <em>Daurah Shayfiyyah </em>yang diselenggarakan Universitas Ummul Qura di Aziziyah Makkah, saya berkesempatan shalat maghrib di sebuah masjid. Namanya Jami’ Asyur Bukhari yang kira-kira terletak 3 km baratdaya Masjidil Haram. Saat shalat, saya sangat terenyuh dengan bacaan sang imam. Suaranya begitu bening, lagunya indah, tajwid dan fasahahnya juga sempurna. </p>
<p>Karena penasaran, saya berusaha mendekati shaf terdepan. Shubhanallah, ternyata sang imam saya lihat masih tergolong usia ABG (anak baru gede). Seorang jamaah mengatakan, dia masih berusia 14 dan berasal dari Bugis-Indonesia. Dia ikut orang tuanya sebagai muqimin di tanah haram itu. Masyarakat mengangkatnya sebagai imam setelah lulus 30 Juz dari program yang diadakan oleh Jamiyah Tahfiz al-Quran Masjidil Haram selama dua bulan saat liburan musim panas.</p>
<p>Dengan kebaikan Syekh Dr. Hasan al-Bukhari, setelah shalat isya’, saya diajak beliau mengunjungi  Jamiyah tersebut. Pertama, saya mengamati bagaimana proses pembelajaran tahfiz al-Quran yang dilakukan di lantai <em>Basement</em> Masjil Haram. Lalu, saya menuju Hotel Ajyad Makkah, dan di sana diperkenal semua hal terkait dengan organisasi Jamiyah.</p>
<p> Saya yang sebelumnya sempat <em>su’udzzon </em>bahwa orang Arab selalu tidak peduli dengan manajemen dan organisasi karena agenda <em>daurah </em>yang saya ikuti kurang terorganisir dengan baik. Namun, ternyata justru saya temukan sebuah model organisasi dan manajemen program yang begitu tertib, rapi dan berkualitas dalam Jamiyah itu. Pikiran saya langsung teringat dengan Jamiyatul Qurra Wal-Huffaz (selanjutnya disingkat Jamqur) di Indonesia.</p>
<p>Jamqur sebagai lembaga otonom NU, justru perannya terkadang kurang dirasakan. Masyarakat cenderung hanya mengenal Jamqur manakala ada event MTQ.  Apakah Jamqur ada hanya untuk MTQ? Jika ya, mengapa KH. Arwani Kudus (almarhum) justru pernah melarang santri-santrinya mengikuti MTQ?  Sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan hati jujur dan tulus.</p>
<p>Tulisan ini tidak dalam kapasitasnya untuk setuju atau tidak setuju dengan MTQ. Saya masih melihat MTQ memiki peran penting sebagai sarana silaturrahmi antara pecinta al-Quran, media dakwah dan ajang <em>fastabiqul khayrat</em>, di samping sebagai ajang promosi daerah, entertainment. Namun, tidak jarang event itu berkembang menjadi ajang  adu kesombongan baik antar personal MTQ  ataupun institusionalnya.</p>
<p>Karenanya, tulisan ini lebih merupakan refleksi saya sebagai bagian dalam organisasi Jamqur. Saya seringkali menerima  keluhan, tanggapan dan pandangan orang mengenai Jamqur. Beberapa contoh di antaranya adalah, Jamqur  itu hanya muncul kalau mau ada MTQ; Jamqur itu apa jamiyah TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran)?; Jamqur itu apa kumpulan <em>laylatul qiraah </em>atau khataman Quran?; dan sebagainya.</p>
<p>Saya melihat pertanyaan-pertanyaan di atas sebagai pertanyaan kreatif yang harus direspon secara positif untuk menilik kembali Jamqur kita. Ada apa dengan Jamqur? Benarkah Jamqur hadir hanya untuk seperti yang mereka sebutkan? Para pengurusnya boleh saja berapologi bahwa mereka kurang inilah, kurang itulah, atau sudah menjalankan organisasi dengan maksimal. Namun, realitas pertanyaan sebagaimana di atas patut direnungkan.</p>
<p>Mungkin saja, orang beranggapan bahwa Jamqur hanya muncul kalau mau ada MTQ, karena Jamqur hanya berperan sebagai selektor para qari-qariah yang akan diikutsertakan lomba. Selesai lomba, selesai pula pembinaan. Untuk kepentingan lomba, Jamqur hanya mengadakan pelatihan terhadap qari-qariah yang sudah jadi. Padahal, mereka justru lebih banyak mendapat binaan sebelumnya di surau-surau, masjid, majlis dan pondok pesantren yang mengajarkan tilawatil Quran.</p>
<p>Jamqur itu dianggap TPQ, karena mungkin perannya lebih kelihatan seperti TPQ. Entah karena kepentingan pribadi pengurusnya atau faktor kebetulan, kemana-mana Jamqur lebih getol mensosialisasikan kitab Qirati, sekaligus sebagai penyelenggara pelatihan guru Qiraati. Seakan-akan, hal itu menjadi program utama. Dengan kata lain, Jamqur seakan tidak lebih dari koordinator TPQ. Setidak-tidaknya hal itu mungkin terjadi secara personal atau pada guru-gurunya, karena secara institusional telah diurusi oleh LP.Maarif setempat.</p>
<p>Sementara anggapan Jamqur  sebagai kumpulan <em>laylatul qiraah </em>atau khataman Quran semata, mungkin terjadi karena program yang paling terlihat adalah <em>laylatul qiraah </em>dan <em>khotmil Quran </em>itu sendiri<em>. </em>Keduanya memang dapat menjadi sarana dakwah dan syiar Islam. Namun, tidak menutup kemungkinan dua kegiatan tersebut hanya sebagai pemenuhan selebrasi formal organisasi. Sehingga, ia kurang menyentuh kepentingan masyarakat dan hanya dirasakan langsung oleh para anggota Jamqur sendiri.</p>
<p>Betapa “miskinnya” Jamqur jika hanya puas dengan kedua hal itu. Padahal, kata “qurra” dan “huffaz” yang terdapat dalam nama Jamqur sesungguhnya memiliki nilai religiusitas dan filosofis yang sangat tinggi. Kata “qurra” sebagai bentuk jamak dari isim fail “qari” berarti pembaca. Secara religiusitas, kata itu terkait langsung dengan wahyu yang pertama kali diturunkan (QS. Al-’Alaq: 1-5).</p>
<p>Sedangkan secara filosofis, “membaca” berarti membuka cendela terhadap hadirnya berbagai ilmu pengetahuan, tentunya terutama yang bersumber dari al-Quran. Dengan demikian, sebagai “qurra”, komunitas Jamqur seharusnya menjadi penggali, pencerah, pengembang, bahkan sumber ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan kata lain, mereka menjadi sosok intelektual yang Qurani.</p>
<p>Adapun kata “huffaz” sebagai bentuk jamak dari isim fail “hafiz” yang berarti penghafal atau penjaga secara religiusitas terkait dengan QS. Al-Hijr: 9.  Jika demikian, maka para Hafiz di samping sebagai penghafal Quran, mereka seharusnya menjadi pelestari Quran dengan aktualisasinya dalam berbagai bentuk dan aspek kehidupan umat manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, Jamqur hendaknya mampu mengembangkan kegiatan di tengah masyarakat melalui ekspansi program-program dan kinerja organisasinya sesuai dengan dinamika dan transformasi masyarakat muslim yang ada. Sebagai lembaga otonom NU, tentunya Jamqur memiliki ruang yang lebar untuk mengimplemetasikan hal itu. Tetapi, mengapa implementasi itu seakan sulit terwujud? Jika di beberapa cabang seperti Sidoarjo masih dirasakan eksistensinya, tidak jarang saya temukan di banyak daerah lainnya, Jamqur justru hanyalah sebatas papan nama.</p>
<p>Saya sungguh optimis bahwa  Jamqur akan tetap menjadi organisasi yang terus eksis<em> </em>sampai kiamat.<em> </em>Sebab, ia merupakan organisasi  yang menjadikan al-Quran sebagai tiang penegaknya. Tiang itu tidak akan roboh karena Allah SWT turut menjaganya (QS. Al-Hijr: 9).  Kendati demikian, saya hanya membayangkan, alangkah tidak idealnya jika sebuah tiang yang sangat kokoh, namun ia hanya menjadi penyangga konstruk bangunan yang rapuh. Sayang sekali bukan?</p>
<p>Kiranya, kita dan semua pencinta al-Quran harus memiliki tanggungjawab moral untuk bersama-sama membenahi organisasi Jamqur. Tentu saja, para pengurusnya harus mulai membuka diri, hati dan pikiran terhadap setiap kritik dan saran konstruktif yang muncul. Jamqur menurut struktur organisasinya sudah cukup modern dan bagus, namun peran strategik dan kinerjanya dirasakan kurang berjalan dengan optimal.</p>
<p>Untuk menjadi organisasi yang berkualitas, Jamqur hendaknya berani melakukan intropeksi diri, mengapa optimalisasi peran strategiknya di tengah masyarakat tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan? Merujuk pada <em>Balanced Scorecard Collaborative </em>(2002) setidaknya ada empat hambatan (<em>barrier</em>) yang perlu dicermati oleh sebuah organisasi modern dan berkualitas, yaitu (1) visi, (2) orang, (3) sumber daya, dan (4) manajemen.</p>
<p><em>Pertama,</em> hambatan visi (<em>vision barrier</em>). Tidak menutup kemungkinan banyak personal Jamqur yang belum memahamai atau mengerti peran strategik dari organisasi Jamqur sendiri.  Sebuah survey menyebutkan, rata-rata hanya 5 % dari orang-orang di dalam sebuah organisasi yang memahami strategi organisasinya. Peran strategik Jamqur akan semakin kabur manakala visi dalam organisasinya tidak jelas. Indikator kongkritnya, kadang pengurus hanya memandang yang penting adalah asal ada program kerjanya. Jika visi tidak jelas, bisa saja Jamqur akan menjadi organisasi yang ketinggalan atau bahkan ditinggalkan oleh masyarakat.</p>
<p>Posisi ketua Jamqur bukanlah sebatas manajer, tetapi dia harus mampu menjadi  leader. Karena, leader itu punya visi, sementara manajer hanya sebatas pelaksana visi yang telah diterjemahkan ke dalam misi dan program organisasi. Oleh karena itu, penataan visi yang lebih baik dan strategik menjadi sangat penting dalam sebuah organisasi. Bukankah menjadi visioner merupakan perintah Allah SWT (QS. Al-Hasyr: 18).</p>
<p><em>Kedua, </em>hambatan orang (<em>people barrier</em>). Tidak menutup kemungkinan, Jamqur sulit maju karena orang-orang di dalamnya memiliki tujuan-tujuan yang tidak terkait dengan strategi organisasi. Kegiatan semacam pelatihan kader sebelum rekrutmen menjadi anggota atau pengurus, dan kegiatan <em>refreshment </em>pertahun mengenai peran strategik Jamqur perlu dipertimbangkan. Sebab, untuk memberikan insentif kepada setiap orang terkait dengan strategi organisasi Jamqur sementara saat ini masih dirasakan sulit  karena Jamqur bukanlah organisasi profit. Sementara dalam organisasi profit pun, seperti perusahaan, biasanya pihak-pihak yang mendapatkannya hanya berkisar 25 %.</p>
<p><em>Ketiga, </em>hambatan sumber daya (<em>resource barrier</em>), yaitu biasanya meliputi waktu, energi, piranti, dan dana.  Dalam jamqur, yang sering menjadi masalah adalah yang terakhir, uang. Seringkali sebuah kegiatan atau program Jamqur menjadi tersendat karena tidak adanya sumber dana. Kendati bukan organisasi profit, mungkin Jamqur perlu mempertimbangkan di awal kepengurusannya soal cara-cara jitu menggali dana (<em>funding system</em>). Secara sederhana, salah satu misalnya, bisakah Jamqur membuat program kerja yang bisa mendatangkan uang di samping manfaat dan maslahat bagi masyarakat?  Kalaupun ada uang, yang perlu diwaspadai adalah penggunaannya yang seringkali tidak terkait dengan strategi organisasi.</p>
<p><em>Keempat, </em>hambatan manajemen (<em>management barrier</em>). Menurut survey, sekitar 80 % dari pengurus eksekutif sebuah organisasi yang menghabiskan waktu kurang dari 1 jam selama sebulan untuk mendiskusikan strategi organisasi mereka. Sementara untuk pembuatan keputusan taktis jangka pendek manajemen sangat boros waktu. Kita seringkali juga mendapati hal demikian di Jamqur. Kalau sudah bicara soal persiapan panitia program A, B, C dan seterusnya, pengurus sampai mengadakan rapat berkali-kali dan melewatkan waktu yang lama, belum lagi molornya waktu. Namun, jika bicara soal peran strategik Jamqur, seakan sedikit sekali waktu yang tersedia, atau bahkan dalam sebulan tidak pernah sama sekali.</p>
<p>Itulah empat hambatan yang perlu dicermati oleh para eksekutif jamqur, agar menjadi organisasi yang berkualitas. Jika ada beberapa pihak yang pesimis dengan menginginkan Jamqur tetap sebagaimana adanya, patut disayangkan. Karena sikap semacam itu justru  bisa jadi membuat Jamqur di masa mendatang tidak ada. Kita semua tentu tidak menginginkan hal itu. <em>Wallahu a’lam bi al-shawab.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=68&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/30/jamiyatul-qurra-wal-huffaz-apa-kabar-refleksi-peran-strategik-jamiyah-menuju-organisasi-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KANCIL: SI CERDIK ATAU PENDUSTA</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/29/kancil-si-cerdik-atau-pendusta/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/29/kancil-si-cerdik-atau-pendusta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 06:58:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERDIK: Cerita Mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng anak]]></category>
		<category><![CDATA[dusta]]></category>
		<category><![CDATA[Kancil]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, saya bingung ingin berikan oleh-oleh apa pada anak sulung saya, Delila namanya. Saya masuk sebuah mall, sejurus kemudian mata tertuju pada deretan VCD-DVD anak-anak. Akahirnya, sayamemutuskan untuk membeli sebuah VCD dengan judul Petualanagan Si Kancil. Saat menerima pemberian itu, anak saya sangat gembira. Alhamdulillah, saya bisa membuatnya tersenyum lebar. Lalu dia langsung beranjak ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=52&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/07/cil.jpg"><img src="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/07/cil.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Suatu hari, saya bingung ingin berikan oleh-oleh apa pada anak sulung saya, Delila namanya. Saya masuk sebuah mall, sejurus kemudian mata tertuju pada deretan VCD-DVD anak-anak. Akahirnya, sayamemutuskan untuk membeli sebuah VCD dengan judul Petualanagan Si Kancil.</p>
<p>Saat menerima pemberian itu, anak saya sangat gembira. Alhamdulillah, saya bisa membuatnya tersenyum lebar. Lalu dia langsung beranjak ke ruang tengah. Di sana dia biasa nonton TV. Dia sudah bisa nyetel atau menghidupkan player VCD/DVD sendiri. Saya mengamati dari ruang depan. Dia terlihat menikmati sekali dongeng visual Si Kancil itu.</p>
<p>Beberapa menit berlalu. Tak terasa pisang goreng buatan isteri habis saya santab bersama teh manis. Tiba-tiba Delila menghampiri saya dan berkata, &#8220;Pa, filemnya bagus ya.. lucu.. ada kancil dikejar-kejar harimau dan buaya..&#8221;</p>
<p>&#8220;Delila suka&#8221; sambung saya.</p>
<p>&#8220;Suka Pa&#8221;, jawabnya singkat.</p>
<p>Entah ada perasaan apa, saya kemudian bertanya lagi kepadanya, &#8220;bagaimana sih tokoh kancil yang kamu lihat tadi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia pinter Pa,&#8221; jawabnya lagi.</p>
<p>&#8220;Nah, kamu juga harus rajin belajar ya.. supaya pintar&#8221; pinta saya.</p>
<p>Tiba-tiba, dia menimpali, &#8220;tapi kalau pintar bohong gimana Pa, kan Kancil juga pintar gitu?&#8221;</p>
<p>Mendengar kata-kata itu, saya sempat panik. Saya harus menjawabnya bagaimana.</p>
<p>&#8220;Ya gak boleh bohong sayang.. Kancil begitu. hanya karena jiwanya terancam..&#8221; jawab saya sekenanya.</p>
<p>Sejak saat itu, bergelayut di benak saya, tepatkah dongeng Si Kancil untuk anak-anak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=52&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/29/kancil-si-cerdik-atau-pendusta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/07/cil.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PIAGET: TEORI BELAJAR KOGNITIF</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/28/piaget-teori-belajar-kognitif/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/28/piaget-teori-belajar-kognitif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Jean Piaget]]></category>
		<category><![CDATA[kognitivisme]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan intelektual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kognitifisme merupakan pendekatan teoretik dalam memahami pikiran manusia. Sumber Wikipedia menyebutkan kognitivisme sebagai model-model pengolahan (processing) informasi di mana fungsi mental dapat dipahami dengan menggunakan metode kuantitatif, positivistik dan saintifik.[1] Dengan demikian, bagian ini akan mencoba memaparkan soal misteri kemampuan manusia dalam menerima, memproses, menyimpan, mengeluarkan dan mengunakan sebuah informasi. Teori kognitif mulai berkembang pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=41&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kognitifisme merupakan pendekatan teoretik dalam memahami pikiran manusia. Sumber Wikipedia menyebutkan kognitivisme sebagai model-model pengolahan (processing) informasi di mana fungsi mental dapat dipahami dengan menggunakan metode kuantitatif, positivistik dan saintifik.<a href="http://muthohir.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1">[1]</a> Dengan demikian, bagian ini akan mencoba memaparkan soal misteri kemampuan manusia dalam menerima, memproses, menyimpan, mengeluarkan dan mengunakan sebuah informasi. Teori kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku (behaviorisme) yang yang telah berkembang sebelumnya. Teori ini memiliki pandangan bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan  hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.</p>
<p>Ahli yang terkenal dalam teori ini adalah Jean piaget, seorang filosuf Swiss yang terkadang populer juga dengan sebutan bapak psikologi kognitif (1896-1980). Teorinya yang terkenal adalah  ‘perkembangan kognitif ‘ yang memandang bahwa kemampuan berpikir  seseorang itu  melalui  perubahan-perubahan   gradual   dan  berurutan   di mana    proses   mental</p>
<p>menjadi  semakin   kompleks. Teori tersebut yang dibangun dari hasil pengamatan Piaget terhadap perkembangan anaknya ini memandang bahwa ada dua prinsip tentang pertumbuhan intelektual dan biologis, yaitu adaptasi dan organisasi. Adaptasi sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada lingkungan sekitar terdiri dari proses asimilasi dan akomodasi. Masing-masing dikaitkan dengan bentuk dan modifikasi skema untuk mencapai keseimbangan rasa (a balanced sense) pemahaman dunia luar.</p>
<p>Skema merupakan struktur mental dalam menyusun pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari hasil interaksi dengan lingkungan. Struktur mental berubah dan boleh disesuaikan dengan periode perkembangan mental. Skema digunakan untuk mengenal pasti, memproses dan menyimpan infromasi yang mengalir masuk dalam akal pikiran. Dengan kata yang lebih sederhana, skema merupakan cara seseorang berfikir, menyusun ide dan konsep berdasarkan tahap perkembangan kognitif. Semakin tinggi tahap perkembangan kognitif, semakin abstrak dan kompleks pemikiran individu yang bersangkutan. Bagi Piaget, semua orang akan melalui tahapan kognitif yang sama dalam urutan yang sama pula.</p>
<p>Perkembangan kognitif ini tidak berkembang secara tiba-tiba. Setiap tahap perkembangan merupakan dasar bagi perkembangan kognitif selanjutnya. Sebagai struktur perkembangan kognitif, skema berubah mengikuti proses asimilasi dan akomodasi.  Adapun  asimilasi merupakan proses kognitif di mana seorang individu mengintegerasikan informasi dan pengalaman baru dengan skema yang tersedia. Oleh itu, asimilasi adalah proses mencoba menempatkan dan membangun konsep-konsep baru dengan bantuan skema yang ada. Sedangkan yang dimaksud dengan akomodasi adalah proses untuk menambah skema yang ada atau menghasilkan skema baru. Sebagai bandingan, dapat dipahami pernjelasan dari Kakali Bhattacharya dan Seungyeon Han sebagai berikut.</p>
<p> Cognitive development is a complex process comprising three principal concepts affecting the development process: assimilation, accommodation and equilibration. All three are associated with the formation of schemata and their modification in order to attain a balanced sense of understanding of the external world.<a href="http://muthohir.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1">[1]</a></p>
<p> Adapun teori perkembangan kognitif Piaget yang dimaksud terdiri dari empat tahapan kognitif, yaitu (1) tahap sensori motor, (2) tahap praoperasional,  (3) tahap operasi kongkrit, dan (4) tahap operasi formal. Yang dimaksud dengan tahap sensorimotor adalah pengalaman awal seorang anak akan dunianya melalui gerak dan rasa (movement and senses) serta mulai belajar objek-objek yang permanen. Tahap sensorimotor ini dimulai sejak lahir sampai sekitar usia 2 tahun. Pada usia 2 tahun sampai 7 tahun, anak akan mengalamai tahap kognitif yang disebut dengan tahap praoperasional, yaitu tahap di mana anak mulai menggunakan simbol-simbol dan memperoleh keterampilan motoriknya. Pada tahap ini, anak cenderung memiliki mental dan sikap yang egosentrik. Berikutnya, tahap operasi kongkrit berlangsung sekitar 7 sampai 11 tahun dari usia anak. Pada tahap ini, anak mulai menampakan kemampuan berpikir logis dan tingkat kepedulian lebih tinggi tehadap segala hal yang ada di lingkungannya. Namun, kemampuan tersebut masih terbatas dalam hal-hal yang bersifat kongkrit. Adapun, tahap terakhir adalah yang disebut dengan tahap operasi formal. Tahap ini merupakan tahap kemampuan anak sebagai individu dewasa yang cakap dalam berpikir dan berargumentasi mengenai hal-hal yang abstrak.</p>
<hr size="1" /><a href="http://muthohir.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1">[1]</a>  Kakali Bhattacharya and Seungyeon Han, Piaget&#8217;s Constructivism: From Emerging Perspectives on Learning, Teaching and Technology, Department of Educational Psychology and Instructional Technology, University of Georgia, atau lihat di http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Piaget%27s_Constructivism</p>
<hr size="1" /><a href="http://muthohir.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1">[1]</a>  lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_theory_(education)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=41&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/28/piaget-teori-belajar-kognitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGGUNAAN BSC</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/penggunaan-bsc/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/penggunaan-bsc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 08:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Balanced Scorecard]]></category>
		<category><![CDATA[BSC]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Secara sustainability, penggunaan BSC adalah untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suatu organisasi dengan memperhatikan unsur lingkungan dan sosial selain ekonomi dalam setiap pertimbangan bisnis yang dilakukan. Sustainability (kemampuan untuk bertahan / berkelanjutan) untuk Toyota, misalnya, disebutkan bahwa kemampuan untuk merakit dan mengembangkan produk dalam cara yang mengurangi penghabisan sumber daya alam seperti material mentah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=39&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara <em>sustainability</em>, penggunaan BSC adalah untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suatu organisasi dengan memperhatikan unsur lingkungan dan sosial selain ekonomi dalam setiap pertimbangan bisnis yang dilakukan. Sustainability (kemampuan untuk bertahan / berkelanjutan) untuk Toyota, misalnya, disebutkan bahwa kemampuan untuk merakit dan mengembangkan produk dalam cara yang mengurangi penghabisan sumber daya alam seperti material mentah, dan melakukannya dengan cara menguntungkan (profit), digunakan untuk (1) menterjemahkan strategi-strategi sustainabilitas perusahaan menjadi aksi  dan (2) mengintegrasikan sustainabilitas perusahaan lebih baik kedalam sistem manajemen intinya (KPMG, 2000).</p>
<p>Selama ini, keberlanjutan secara lingkungan dan sosial tetap terpisah dari strategi bisnis inti tradisional dan sistem manajemen yang berdasarkan semata menuju indikator kinerja finansial. Satu alasan, mengapa begitu sulit untuk berhubungan dengan sustainabilitas perusahaan terletak pada kelebaran konsep itu sendiri. Kurangnya definisi apa batasannya yang dimaksud isu-isu sosial itu sendiri menjadi hambatan terbentuknya SBSC. Aspek sosial seringkali dipandang sebagai aspek lingkungan lebih lunak karena itu lebih sulit dihitung (Epstein, 2001). Adapun beberapa langkah awal dalam mengimplementasikan BSC: (Zingales et.al., 2002), adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Memperjelas visi dan strategi perusahan</p>
<p>2. Mengembangkan sasaran strategis:</p>
<p>-       mengidentifikasi proses bisnis yang ada dimana sustainabilitas dapat menambah nilai dan memperbaiki kinerja</p>
<p>-       menentukan bagaimana program lingkungan yang ada mendukung sasaran sustainabilitas dalam perspektif pelanggan dan finansial</p>
<p>-       belajar bagaimana sustainabilitas dapat menggantikan proses dan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan</p>
<p>-       mengerti bagaimana mengantisipasi dan mempengaruhi kebutuhan pelanggan masa depan terkait praktek berkelanjutan.</p>
<p>3. Meluncurkan inisitiatif strategi lintas bisnis dan</p>
<p>4. Membimbing setiap SBU mengembangkan strateginya masing-masing, konsisten dengan yang dimiliki perusahaan</p>
<p>Umumnya BSC dimasukkan dalam kerangka manajemen strategik. Manajemen strategik adalah pola pengelolaan strategi organisasi jangka pendek dan panjang. Terdiri dari 4 langkah utama dalam menciptakan masa depan organisasi:</p>
<p>1. Perencanaan jangka panjang (long-range profit planning), terdiri dari:</p>
<p>- perumusan strategi</p>
<p>- perencanaan strategi</p>
<p>- penyusunan program</p>
<p>2. Perencanaan laba jangka pendek (<em>short range profit planning</em>)</p>
<p>3. Implementasi</p>
<p>4. Pemantauan</p>
<p>Konsep BSC merubah fokus perspektif perencanaan dari sekedar pada fokus finansial anggaran tahunan dan berjangka pendek, menjadi perspektif perencanaan komprehensif yang mencakup aspek finansial, bisnis internal, dan pembelajaran/ pertumbuhan. Selengkapnya seperti pada tabel berikut.</p>
<p> </p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="227" valign="top">
<p align="center">Sistem manajemen strategik dalam manajemen tradisional</p>
</td>
<td width="293" valign="top">
<p align="center">Sistem manajemen strategik dalam manajemen kontemporer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="227" valign="top">Hanya berfokus pada perspektif</p>
<p>keuangan. Sistem perencanaan yang mengandalkan pada anggaran tahunan</p>
<p>Sistem perencanaan menyeluruh yang tidak koheren.</p>
<p>Perencanaan jangka panjang yang tidak bersistem.</p>
<p> </td>
<td width="293" valign="top">Mencakup perspektif yang komprehensif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran/pertumbuhan</p>
<p>Koheren  &#8211;&gt; membangun hubungan sebab-akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis</p>
<p>Terukur &#8211;&gt; semua sasaran strategis ditentukan ukurannya baik untuk sasaran strategis perspektif keuangan maupun</p>
<p>perspektif non keuangan.</p>
<p>Seimbang &#8211;&gt; keseimbangan sasaran strategis yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis penting untuk menghasilkan kinerja keuangan jangka panjang. (lihat Gambar 2).</p>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> Tabel. Keunggulan BSC dibanding konsep manajemen tradisional</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=39&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/penggunaan-bsc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NORTON &amp; KAPLAN: INTEGRASI BSC DENGAN MANAJEMEN KORPORASI</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/norton-kaplan-integrasi-bsc-dengan-manajemen-korporasi/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/norton-kaplan-integrasi-bsc-dengan-manajemen-korporasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 07:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSC]]></category>
		<category><![CDATA[integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Norton dan Kaplan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Norton dan Kaplan merekomendasikan integrasi sistematis BSC kedalam sistem manajemen perusahaan yang telah ada. Untuk hal ini mereka mendiskusikan terutama fase-fase penataan (set-up) dan implementasi strategi. BSC menjadi alat mentransformasikan strategi kedalam aksi pelaksanaan, Norton dan Kaplan menekankan pentingnya pelatihan teratur dan tambahan dan komunikasi strategi internal (seperti dengan leaflet, majalah, intranet, dst) dan pengukuran-pengukuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=36&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Norton dan Kaplan merekomendasikan integrasi sistematis BSC kedalam sistem manajemen perusahaan yang telah ada. Untuk hal ini mereka mendiskusikan terutama fase-fase penataan (set-up) dan implementasi strategi. BSC menjadi alat mentransformasikan strategi kedalam aksi pelaksanaan, Norton dan Kaplan menekankan pentingnya pelatihan teratur dan tambahan dan komunikasi strategi internal (seperti dengan leaflet, majalah, intranet, dst) dan pengukuran-pengukuran sasaran-sasaran terdefinisi diseluruh perusahaan. Melalui penataan sasaran lebih ambisius, menetapkan definisi pengukuran-pengukuran strategis, dan integrasi strategi terkait jangka panjang kedalam proses penganggaran tahunan, BSC akan memperbaiki sistem manajemen perusahaan yang ada saat ini. Asumsi dasar dalam penerapan BSC adalah pada dasarnya organisasi adalah institusi pencipta kekayaan, karena itu semua kegiatannya harus dapat menghasilkan tambahan kekayaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p>Pada awal perkembangannya, BSC hanya ditujukan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif. Sebelum tahun 1990an eksekutif hanya diukur kinerja mereka dari perspektif keuangan, sehingga terdapat kecenderungan eksekutif mengabaikan kinerja non keuangan seperti kepuasan pelanggan, produktifitas, dan kefektifan proses yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa, dan pemberdayaan dan komitmen karyawan dalam menghasilkan produk dan jasa bagi kepuasan pelanggan. BSC menerjemahkan visi dan strategi perusahaan kedalam tujuan konkrit terorganisasi disepanjang jalur 4 perspektif yang berbeda: finansial, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Prinsip dasar BSC adalah memfokuskan pada pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan sekarang, perusahaan akan mengamankan posisi finansial masa depannya. Mengenali keseimbangan antara pengukuran jangka pendek dan menengah ini penting bagi perusahaan yang ingin cenderung menginginkan kesuksesan finansial jangka pendek yang seringkali juga diinginkan oleh para pemegang saham.</p>
<p>Dibandingkan dengan konsep manajemen strategis umum, BSC memiliki beberapa konsep penting:</p>
<p>1. Menambahkan 3 perspektif tambahan pada perspektif finansial yang telah ada.</p>
<p>2. Konsep penting kedua adalah penggunaan indikator <em>leading</em> dan <em>lagging</em>. Indikator <em>lagging</em> adalah pengukuran yang menjelaskan sesuatu telah terjadi, karena itu jika perusahaan bereaksi pada pengukuran itu akan menjadi terlambat. Contohnya adalah ukuran finansial itu sendiri. Indikator leading sebaliknya menceritakan sesuatu mengenai masa depan. Contohnya jika perusahaan memperbaiki indeks kepuasan. pelanggannya, maka perusahaan akan dalam jalur yang benar mendapatkan penjualan tahunan yang lebih baik.</p>
<p>3.  Hubungan sebab-akibat. Jika kita memiliki sejumlah indikator yang terkait dalam cara dimana kinerja sekarang satu indikator menjadi indikasi kinerja yang baik di masa depan dari indikator yang lain, maka kita telah membangun peta hubungan sebab akibat.</p>
<p><strong> </strong>4.  Penerapan BSC secara berjenjang diseluruh organisasi. Umumnya perusahaan multinasional dengan beberapa unit bisnis pertama-tama akan menciptakan BSC bagi tingkat perusahaan kemudian membangun kartu nilai tingkat unit bisnis di tingkat anak perusahaan. SBU akan mengambil sasaran (dan bahkan indikator) scorecard perusahaan sebagai awal pertimbangan dan mengerti bagaimana mereka memberi sumbangan pada target perusahaan.</p>
<p><strong> </strong>5.  Pembelajaran ‘<em>double loop learning’</em>. Perusahaan yang telah mengembangkan BSC dapat menggunakannya untuk mengontrol kesuksesan strategi awal (single loop learning) sebagai dasar pertimbangan ketika strategi tersebut ditantang oleh informasi baru yang diperoleh dari lingkungan bisnis (double loop learning).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=36&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/norton-kaplan-integrasi-bsc-dengan-manajemen-korporasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OLEH-OLEH ABANG</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/oleh-oleh-abang/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/oleh-oleh-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 07:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[CEKAK: Cerita Kocak]]></category>
		<category><![CDATA[abang]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[kisah humor]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/oleh-oleh-abang/</guid>
		<description><![CDATA[Abang : “Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?” Butet : “Sekarang kan udah zamannya modern aku minta HP lah Bang” Abang : “Bagus permintaan kamu nanti abang bawakan” Abang : “Hai Sinaga kamu minta apa?” Sinaga : “Aku minta kaca mata biar kaya artis di TV.” Abang : “Oh.. tenang nanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=35&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abang : “Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?”</p>
<p>Butet : “Sekarang kan udah zamannya modern aku minta HP lah Bang”</p>
<p>Abang : “Bagus permintaan kamu nanti abang bawakan”</p>
<p>Abang : “Hai Sinaga kamu minta apa?”</p>
<p>Sinaga : “Aku minta kaca mata biar kaya artis di TV.”</p>
<p>Abang : “Oh.. tenang nanti abang bawakan”</p>
<p>Abang : “Siburian kamu mau dibawakan apa?”</p>
<p>Siburian : “Aku minta dompet kulit yang asli Bang, disini khan tiruan semua”</p>
<p>Abang : “Oh.. gampang nanti abang bawakan…”</p>
<p>Abang : “Ucok kamu mau dibawakan apa?”</p>
<p>Ucok : “Kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang, kau bawakan aku ikat pinggang sajalah.”</p>
<p>Abang : “Susah kali permintaan kau itu… kalau HP, kacamata, dompet mudah ku dapatkan, tapi ikat pinggang… susah kali kutarik itu dari pinggang orang…”</p>
<p>Sumber: Pusat Humor Indonesia (PHI)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=35&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/oleh-oleh-abang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SI VIKTOR (PIKIRAN KOTOR)</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/si-viktor-pikiran-kotor/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/si-viktor-pikiran-kotor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 10:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[CEKAK: Cerita Kocak]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[kancing]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran kotor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Di Las Vegas seorang Irlandia yang selalu berpikiran mesum masuk ke sebuah Bar dan Casino yang meyediakan bermacam -macam permainan. Di sudut ruang dia melihat box mesin permainan yang berwarna kuning kemudian dia menuju kesana, hatinya senang bukan main ketika dia melihat tulisan pada box itu &#8220;Hanya Untuk Suami Yang Sedang Di Tinggal Istrinya&#8221;, lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=22&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-23" title="kancing" src="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/09/kancing.jpg?w=320&#038;h=320" alt="kancing" width="320" height="320" /></p>
<p>Di Las Vegas seorang Irlandia yang selalu berpikiran mesum masuk ke sebuah Bar dan Casino yang meyediakan bermacam -macam permainan. Di sudut ruang dia melihat box mesin permainan yang berwarna kuning kemudian dia menuju kesana, hatinya senang bukan main ketika dia melihat tulisan pada box itu &#8220;Hanya Untuk Suami Yang Sedang Di Tinggal Istrinya&#8221;, lalu dia melihat lobang dibawah box. Tanpa pikir panjang Irlandia menoleh ke kanan dan ke kiri lalu membuka resletting celananya dan mengeluarkan &#8216;barang&#8217;nya yang panjang kemudian &#8216;barang&#8217;nya di masukkan kelobang tersebut dan dia memasukkan 2 (dua) coin uang ke lobang coin. Beberapa saat dia menunggu kenikmatan apa yang akan dia rasakan. Mesin mendengung kemudian Irlandia itu berteriak kesakitan &#8220;Waadduuuhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8221;, dia menarik &#8216;barang&#8217;nya dan melihat sebuah kancing telah terpasang di &#8216;barang&#8217;nya&#8230;.</p>
<p>Sumber: Pusat Humor Indonesia (PHI)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=22&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/si-viktor-pikiran-kotor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/09/kancing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kancing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GRATISSS..Hanya Modal Bisa Ngenet, Dapat Komisi Sampai 277jt/Bln</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/gratisss-hanya-modal-bisa-ngenet-dapat-komisi-sampai-277jtbln/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/gratisss-hanya-modal-bisa-ngenet-dapat-komisi-sampai-277jtbln/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 01:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lowongan dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[HANYA DENGAN JADI MEMBER GRATIS, BERSIAPLAH MENJADI JUATAWAN DENGAN MUDAH&#8230;.. bisnis online ini dilakukan melalui internet. Dijamin GRATISSS dan tidak dipungut biaya apapun. CARANYA&#8230;: 1. KLIK&#8230; tautan berikut ini: http://www.komisiGRATIS.com/?id=muthohir 2. CARI&#8230; halaman paling bawah (Untuk bergabung Silahkan klik disini) kemudian KLIK 3. Daftar Sekarang KLIK DI SINI 4. MASUKKAN.. data-data yang dibutuhkan 5. VERIVFIKASI&#8230;lewat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=20&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HANYA DENGAN JADI MEMBER GRATIS,</p>
<p>BERSIAPLAH MENJADI JUATAWAN DENGAN MUDAH&#8230;..<br />
bisnis online ini dilakukan melalui internet. Dijamin GRATISSS dan tidak dipungut biaya apapun. CARANYA&#8230;:<br />
1. KLIK&#8230; tautan berikut ini:<strong> </strong><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/">http://www.komisiGRATIS.com/?id=muthohir</a><br />
2. CARI&#8230; halaman paling bawah (Untuk bergabung Silahkan klik disini) kemudian KLIK<br />
3. Daftar Sekarang KLIK DI SINI<br />
4. MASUKKAN.. data-data yang dibutuhkan<br />
5. VERIVFIKASI&#8230;lewat email yang anda masukkan&#8230;<br />
6. anda akan mendapat ID (seperti <a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/">http://www.komisigratis.com/?id=muthohir</a>) sesuai dengan nama/id yang anda masukkan<br />
7. PROMOSIKAN&#8230; id anda kepada rekan-rekan anda melalui facebook, friendster, mailing list, dll<br />
8. AJARI&#8230;mereka langkah-langkah di atas<br />
9. siapkan REKENING anda<br />
10. BERSIAPLAH MENJADI JUTAWAN&#8230;&#8230;.<strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=20&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/gratisss-hanya-modal-bisa-ngenet-dapat-komisi-sampai-277jtbln/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKILAS TENTANG BALANCED SCOREDCARD</title>
		<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/sekilas-tentang-balanced-scoredcard/</link>
		<comments>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/sekilas-tentang-balanced-scoredcard/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 01:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Balanced Scorecard]]></category>
		<category><![CDATA[BSC]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muthohir.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini, terkait dengan usaha penyusunan strategi bisnis, metode Balanced Scorecard (BSC) mendapatkan perhatian yang spesifik. Balanced Scorecard terdiri dari 2 suku kata yaitu kartu nilai (scorecard) dan balanced (berimbang). Maksudnya adalah kartu nilai untuk mengukur kinerja personil yang dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan, serta dapat digunakan sebagai evaluasi. Serta berimbang (balanced) artinya kinerja personil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=14&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_15" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-15" title="bsc-4" src="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/09/bsc-4.png?w=450&#038;h=326" alt="Empat Kartu Yang Menjadi Fokus BSC" width="450" height="326" /><p class="wp-caption-text">Empat Kartu Yang Menjadi Fokus BSC</p></div>
<p>Dewasa ini, terkait dengan usaha penyusunan strategi bisnis, metode Balanced Scorecard (BSC) mendapatkan perhatian yang spesifik. Balanced Scorecard terdiri dari 2 suku kata yaitu kartu nilai (scorecard) dan balanced (berimbang). Maksudnya adalah kartu nilai untuk mengukur kinerja personil yang dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan, serta dapat digunakan sebagai evaluasi. Serta berimbang (balanced) artinya kinerja personil diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non-keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern. Karena itu jika kartu skor personil digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan, personil tersebut harus memperhitungkan keseimbangan antara pencapaian kinerja keuangan dan non-keuangan, kinerja jangka pendek dan jangka panjang, serta antara kinerja bersifat internal dan kinerja eksternal (fokus komprehensif). Oleh karena itu, BSC merupakan alat untuk mengukur strategi secara komprehensif dengan pola manajemen strategis (Mulyadi, 2001), sekaligus menjadi perangkat manajemen kontemporer yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Pada awal 1992, Robert Kaplan dan David Norton mempublikasikan dalam Harvard Business Review metode pengukuran mereka: ‘The Balanced Scorecard – Measures ThatDrive Performance’. BSC adalah alat yang menyediakan pada para manajer pengukuran komprehensif bagaimana organisasi mencapai kemajuan lewat sasaran-sasaran strategisnya. Metoda ini menjelaskan bagaimana aset intangible dimobilisasi dan dikombinasikan dengan aset intangible dan tangible untuk menciptakan proposisi nilai pelanggan yang berbeda dan hasil finansial yang lebih unggul (Kaplan dan Norton, 2001). ..a set of measures that gives top managers a fast but comprehensive view of the business….includes financial measures that tell the results of action already taken …complements the financial measures with operational measures on customer satisfaction, internal processes, and the organization’s innovation and improvement activities, operational measures that are the drives of future financial performance. (Kaplan and Norton ) Dengan demikian, Norton dan Kaplan menempatkan BSC sebagai alat bagi organisasi (termasuk yang berasal dari sektor publik dan non-profit) untuk mengelola kebutuhan pemegang saham relevannya. Lebih jauh mereka menyarankan BSC sebagai alat untuk memperbaiki aliran informasi dan komunikasi antara top eksekutif dan manajemen menengah dalam perusahaan. BSC ingin memperbaiki sistem konvensional pengontrolan dan akuntansi dengan memperkenalkan fakta lebih kualitatif dan non-finansial. Pertimbangan sasaran finansial serupa dengan sistem tradisional manajemen dan akuntansi. Satu perbaikan penting dari BSC terletak pada fokusnya mendorong nilai bagi profitabilitas masa depan perusahaan. Perspektif pasar bertujuan mengidentifikasi segmen pelanggan dan pasar relevan yang berkontribusi pada sasaran finansial. Dalam istilah manajemen barbasis pasar dari perusahaan, dimensi ini membuat mampu mencapai proses-proses dan produk internal yang sejalur dengan keperluan pasar. Dalam dimensi internal processes, perusahaan harus mengidentifikasi dan menstrukturkan secara efisien proses-proses pendorong nilai internal yang vital terkait dengan sasaran pelanggan dan pemegang saham. Perspektif organizational development akhirnya mencoba menggambarkan semua aspek terkait dengan staf dan organisasional yang vital pada proses reengineering organisasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muthohir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muthohir.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muthohir.wordpress.com&amp;blog=7727997&amp;post=14&amp;subd=muthohir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/24/sekilas-tentang-balanced-scoredcard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0780b5de845e35b3877bc0d6a10e0378?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muthohir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muthohir.files.wordpress.com/2009/09/bsc-4.png" medium="image">
			<media:title type="html">bsc-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
